Gubernur NTB Hari Ini Siap Turun Tangan Kerahkan Timnya Petugas Haji, Cari Tau Keberadaan Jemaah Haji Asal Kota Bima Siti Hawa Yusuf

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Gubernur NTB Hari Ini Siap Turun Tangan Kerahkan Timnya Petugas Haji, Cari Tau Keberadaan Jemaah Haji Asal Kota Bima Siti Hawa Yusuf

Rabu, 12 Juli 2023




Kota Bima. Londa Post.- Akibat bobroknya Kiprah dan tanggungjawab Petugas Haji Kota Bima mulai Dari Ketua Regu, Ketua Rombongan, Pembimbing Haji, Tim Medis, TPHD, juga Petugas Kloter yang sejak awal diduga tidak melakukan upaya pencarian dan tidak melaporkan  JCH Siti Hawa Yusuf yang hilang pada Panitia Penyenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Akibatnya Jemaah Calon Haji (JCH) Siti Hawa Yusuf asal Kel Kodo Kota Bima tidak diketahui keberadaanya hingga hari ke- 29 tanggal 12 juli 2023 Rabu hari ini.


Selaku pihak keluarga, saya Jufriadi telah melaporkan persoalan ini kepada Gubernur NTB, Kemenag RI hingga Presiden RI untuk segera turun tangan melakukan upaya-upaya komonikasi dengan pihak PPIH Arab Saudi. Apa sebenarnya yang terjadi pada keluarga kami jemaah haji tersebut.


Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc, telah menanggapi cepat laporan kami. Hari Ini Siap Turun Tangan Kerahkan Timnya Petugas Haji, Cari Tau Keberadaan Jemaah Haji Asal Kota Bima Siti Hawa Yusuf di Saudi Arabia." Iyah. Hari ini juga saya segera kontak petugas haji di Saudi, yang di kloter 8 Kota Bima punya TPHD, untuk propinsi di kloter 1,12 dan 13. Namun demikian hari ini juga Tim akan saya kerahkan menghadap PPIH Saudi menanyakan hal tersebut." Ucap Gubernur Via Hp pada Londa Post 12 Juli 2023 Rabu pagi tadi.


Sekedar diketahui publik.  Kami pihak keluarga tidak henti-hentinya lewat Media Londa Post menurunkan berita terkait nasib Jemaah Haji asal Kelurahan Kodo Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima Siti Hawa Yusuf dengan nomor paspor C.8833361, kloter 8, Regu 15 Dan Rombongan 4 yang dinyatakan hilang saat thawaf lewat rillis Kemenag Kota Bima tanggal 18 Juni 2023, hingga kini di hari ke-26 belum juga ada informasi lebih lanjut oleh pihak Kemenag Kota Bima dan juga Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Kota Bima pada pihak keluarga.


Informasi simpang siur dan liar yang kami terima bahwa JCH Siti Hawa Yusuf keadaanya sudah meninggal dunia sejak 04 Juli 2023 pasca 14 hari Rillis kemenag Kota Bima berita kehilangan Siti Hawa Yusuf saat melaksanakan Thawaf tanggal 18 juni 2023. Setelah itu hingga hari ini Rabu 12 Juli 2023, belum ada lanjutan rillis resmi Petugas Haji Kemenag Kota Bima atau Ucapan Belasungkawa Pemkot Bima pada sejumlah Media Masa mengumumkan JCH Siti Hawa Yusuf asal Kel. Kodo Kota Bima meninggal dunia di Arab Saudi.


Ada hal aneh yang kami simak dari kiriman informasi WA salah seorang Pembimbing Haji Kota Bima bernama Ustad H.Adnin  diantaranya: 1. Ustad Adnin selaku Pembina Haji Kota Bima tanggal 4 juli 2023 lewat SMS mengabarkan bahwa Bunda Siti Hawa sudah Wafat pada saat dirawat di Rumah sakit Al, Mu'Aishim dan mengaku ikut menyaksikan penguburan bersama ketua Kloter sdr.Fahmi.


2. Tanggal 6 juli 2023 ada lagi sms diterima keluarga dari ketua kloter sdr.fahmi meminta Tes DNA ahli waris Siti Hawa Yusuf atas permintaan polisi Arab Saudi guna mencocokan mayat yang sulit dikenal guna untuk dikuburkan. (SMS ketua kloter ini menggugurkan pernyataan Ustad H.Adnin yang mengaku mayat almarhuma dikuburkan tanggal 4 juli 2023 yang disaksikanya.

3. Senin pagi Tanggal 10 Juli 2023 pihak keluarga menerima undangan dari Kepala Kemenag Kota Bima H.Syahrir untuk hadir diruang kerjanya. 4. Disusul hari yang sama ini, keluarga menerima SMS dari Kasi urusan Haji Kemenag Kota Bima H.Eka Iskandar, S. Ag,M. Ag, yang isinya; " Berdasar protap bagi jamaah haji yang ghoib, atau terpisah dari rombongan dan atau tidak berada bersama jamaah lainnya, kemudian dilaporkan kepada petugas haji, maka tim haji akan melakukan badal haji kepada jamaah haji yang ghoib dan seterusnya. Ini pak Eka dapatkan SMS dari sdr Fahmi petugas kloter 8 bahwa ibunda siti Hawa sudah di badalkan rukun hajinya. 


Logika Saya Jufriadi yang juga pihak keluarga Ibu Siti Hawa Calon Haji asal Kelurahan Kodo ini, merasa sulit menerima sederet SMS yang diterima keluarga tersebut termasuk undangan dari Kepala Kemenag Kota Bima. Karena semua itu tidak substansial yang kami minta. Kami minta bukti rillis dari Otoritas Arab Saudi atas kehilangan keluarga kami jika belum ditemukan, dan bukti rillis jika sudah meninggal disertai bukti dokumen penguburannya.


Hari ini dan Rabu tanggal 12 Juli 2023, ada 2 orang duta utusan Kepala Kemenag Kota Bima yang datang membawa surat pemberitahuan pada keluarga di Kantor Lurah Kodo yang isinya, bahwa Bunda Siti Hawa sudah meninggal dunia dan belum dikuburkan di tanah Baitullah hingga saat ini. Pada hal kami telah berminggu-minggu menunggu berita duka dari otoritas Kerajaan Saudi sekaligus rillis resmi kematian keluarga kami.


Kami menganggap Surat pemberitahuan yang dibawa 2 orang duta utusan Kepala Kemenag Kota Bima 12 Juli 2023 Rabu pagi, adalah bukan  mayat Keluarga Kami yang dirillis petugas haji tersebut. Diduga mencaplok mayat orang lain dicatat nama Siti Hawa Yusuf yang seakan-akan menunjukan bahwa petugas Haji kota Bima telah berkerja keras dan maksimal menangani Jemaah haji. PADA HAL SEDARI AWAL HILANG PETUGAS HAJI KOTA BIMA TIDAK MELAPORKAN KE PPIH SAUDI KEHILANGAN JCH SITI HAWA YUSUF. Ketua kloter 8 Pak Fahmi atas saran Kepolisian Arab Saudi taggal 7 Juli 2023 meminta Tes DNA pada ahli waris di Bima lewat SMS untuk mengetahui dan mengenali mayat itu adalah mayat ibu siti Hawa Yusuf dan belum kami lakukan Tes DNA.


Itulah yang meragukan kami dari Surat Keterangan kematian yang diantar 2 duta Kemenag Kota Bima Rabu pagi tadi, karena Tes DNA ahli waris sampai hari ini 12 Juli 2023 belum diberikan ke Petugas Haji Kota Bima di Arab Saudi. Mayat siapa yang terurai dalam Surat Keterangan kematian tersebut ?..Kami tegas meragukan mayat keluarga kami.

  
Rentetan kejadian ini, ada dugaan yang ditutup tutupi akan kondisi dan nasib keluarga kami Siti Hawa Yusuf tamu Allah SWT, karena mulai dari Ketua Regu, ketua Rombongan, TPHD, juga Ketua Kloternya bungkam untuk tidak jujur mengabarkan pada kami apa sebenarnya yang terjadi pada Keluarga kami tersebut.


Jika meninggal dunia disebabkan karena apa ?..Bagaimana Penangananya ? Kapan dan Dikuburkan dimana ? serta mana bukti rillisnya. Ini tidak dilakukan oleh para petugas haji Kota Bima ini. Terbukti hingga hari ini Rabu 12 Juli 2023, belum ada rillis tentang meninggalnya Jemaah Calon Haji Siti Hawa Yusuf asal Kodo Kota Bima, baik Rillis Jemaah Haji NTB hingga total meninggal Jemaah Haji se-Indonesia di Arab Saudi tidak ada bernama Siti Hawa Yusuf asal Kota Bima. (Jufriadi).