Akses Jalan Warga Rusak Parah. 50 Jiwa Terancam Hidup Terisolasi

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Akses Jalan Warga Rusak Parah. 50 Jiwa Terancam Hidup Terisolasi

Kamis, 15 September 2022



Kota Bima. Londa Post.- 13 KK dengan 50 Jiwa Warga Jenamawa, RT 15 RW 06 Lingkungan Ni'U, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima NTB kini hidup parsah merasakan penderitaan saban hari dengan Sempit dan rusaknya akses jalan menuju pemukiman mereka.




                kondisi Jalan saat Longsor



Pasca longsor jalan akibat hujan lebat pada Pebruari-April tahun 2021 lalu, jalan lintas pemukiman warga setempat longsor dikarenakan tanggul tebing jalan sepanjan pinggiran Kali tersebut tidak mampu menahan arus banjir. Akibat kejadian ini 50 jiwa warga ter-isolasi selama satu minggu. Puluhan Anak-anak yang hendak menuju sekolahnya ikut imbas dari bencana ini.


Berbulan-bulan warga menunggu perbaikan pemerintah Kota Bima atas kerusakan akses jalan masuk warga tersebut, hingga kini belum juga ada perhatian. Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Bima melalui Dinas PU Pada mei 2021 lalu sudah melihat dari dekat kerusakan jalan ini. " Dinas PU berjanji akan bekerjasama dengan Dinas BPBD Kota Bima untuk menanggulangi dengan cara Tanggap Darurat. Namun hingga akhir tahun 2021 belum juga ada perhatian.


Jev Londa yang juga salah seorang kepercayaan warga setempat kembali menemui Dinas PU hingga SMS fia WA Walikota Bima H.Muhammad Lutfi,SE pada juli 2021. Alhasil Kabid Cipta Karya Dinas PU sdr Fahad turun lokasi yang disaksikan Ketua RT, Rw, Babinzah, Babinkamtibmas Hingga, Kapolsek Rasbar dan Lurah Dara. " Kehadiran Kabid Cipta Karya Pak Fahad dihadapan kami berjanji bahwa jalan rusak tersebut akan dikerjakan pada APBD 2022." Ungkap Dahlan Umar Ketua RW 06 Kel Dara.


" Melalui Laporan RT hingga kami pihak RW terus berupaya menghubungi pemerintah berkompeten termasuk usulan Warga Jenamawa Ni'u saat Reses Dewan di Dapil II Rasbar-Mpunda di Lingkungan Niu. Hingga kini belum juga mendapat perhatian perbaikan akses jalan warga kami. Papar Dahlan.





              Keadaan jalan saat longsor


" Saya Jev Londa sudah kehilangan semangat berjuang dan melakukan komonikasi elok dengan Pemkot bima untuk segera perbaiki akses jalan warga ini. Mulai, Kadis PU, Pak Sekda, hingga Walikota Bima. Agar 50 jiwa warga Jenamawa niu bisa merdeka mencari nafkah dan mengenyam pendidikan bagi anak-anak warga setempat dari kemudahan akses jalan ini. Rupanya sedikitpun Pemkot Bima dinilai tidak serius dan tanggap atas penderitaan warga setempat.



Mulai retak lagi. Terlihat berlobang permukaan tanah mulai menurun


UNTUK PUBLIK KETAHUI. Pada gambar tersebut kondisi jalan longsor hingga dibawa sungai, tanpa menunggu aksi Pemkot Bima, pihak warga melakukan gotong royong. Alhasil untuk satu tahun 8 bulan ini bisa bertahan. Kekhawatiran warga ketika bulan oktober 2022 mendatang sesuai Perkiraan Cuaca BMKG NTB akan terjadi curah hujan mulai oktober, dapat dipastikan sepanjang 80 meter akses jalan tersebut akan terjadi longsor yang cukup parah. Tanda-tanda retakan tanah di pinggir dan bahu jalan sudah terlihat.



  Jalan pasca longsor gotong royong warga



Jalan pemukiman warga ini, lebarnya tidak lebih dari 1 meter. Untuk lintasan roda dua saja sangat memprihatinkan. Tercatat sejak tahun 2019 - 2022 ada sekitar 15 pengendara Sepeda Motor baik warga setempat dan para tamu menuju pemukiman warga jatuh terkapar bersama kendaraanya didalam sungai. Misteri apa yang menghambat Pemkot Bima begitu sulit melaksanakan kerja proyek Tanggul Tebing Jalan warga jenamawa Niu ini. PADA HAL LOKASI JENAMAWA NI'U adalah berada tidak jauh dari jantung Kota Bima yang dikenal Kota Pariwisata ini. (Tim Redaksi).