H. Fahrir H. Abubakar: Jejak Panjang Pengabdian Sang Maestro Lapangan.
Kota Bima. LONDA POST.COOM.- Tinggal hitungan hari pasca Pengumuman 10 besar seleksi Calon Pimpinan Baznas (capim) BAZNAS Kabupaten Periode 2026-2031, Rabu 28 Juli 2026 Sekretaris Daerah kabupaten Bima selaku Ketua Tim Pansel Capim BAZNAS telah mengumumkan 10 nama dari 17 peserta yang nantinya di godok menuju 5 besar. Salah satunya adalah Figur Drs.H.Fahrir H.Abubakar.
Figur Drs. H.Fahrir ini, dinilai publik sangat mempengaruhi kemajuan Baznas Kabupaten Bima kedepan yang tidak hanya dikenal luas dikalangan masyarakat sosok Luwes bersahaja, juga berpengalaman didunia pendidikan, keagamaan dan sederet bidang sosial kemasyarakatan di daerah ini.
Sederet pengalamanya telah dihimpun Media ini (Londa Post Bima), menjadikan sosok H.Fahrir dikenal dikalangan tokoh dan rakyat tanah Bima dan Dompu. Memiliki segudang pengalaman dan rekam jejaknya cukup baik dan pernah menduduki Jabatan Penyelenggara Zakat dan Wakaf di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima dimasa aktifnya selaku ASN Kemenag Kabupaten Bima.
KITA SIMAK REKAM JEJAK PUTRA TERBAIK BIMA ASAL DESA NATA KEC. PALI BELO KABUPATEN BIMA sbb:
H. Fahrir H. Abubakar, sosok penuh keteladanan ini lahir pada 16 Juli 1967. Tepat 58 tahun telah ia lewati, sebagian besar di antaranya diabdikan untuk dunia pendidikan dan pelayanan umat di bawah naungan Kementerian Agama.
Beliau menghabiskan masa kecil dalam balutan kesederhanaan di kampung halamannya, Desa Nata, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Jejak pendidikannya dimulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama yang ia tempuh di tanah kelahirannya. Memasuki Sekolah Menengah Atas, beliau melanjutkan pendidikan di SMAN Bima yang kini dikenal SMAN 1 BIMA, sekolah unggulan yang hingga kini tetap menjadi kebanggaan masyarakat.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMAN BIMA 1985, langkah intelektualnya membawanya ke Kota Daeng Makassar. Di sana ia berhasil menembus gerbang Universitas Hasanuddin, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia Timur. Di kampus prestisius itu, dirinya mendalami Sastra Indonesia dan memperkaya khazanah keilmuannya. Tak mengherankan jika dalam berbagai kesempatan, ia mampu memukau audiens dengan narasi yang mengalir seperti maestro kata, memikat, menyentuh, dan menghipnotis siapa pun yang mendengarnya.
Ketertarikannya pada dunia organisasi telah tumbuh sejak usia muda dan terus terasah seiring perjalanan hidup dan pendidikannya. Di Desa Nata, ia pernah dipercaya sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sebuah amanah yang menandai keterlibatannya dalam dinamika sosial dan pemerintahan Desa. Sebagai seorang pendidik, ia pun aktif memperjuangkan aspirasi rekan sejawat dengan menjabat sebagai Sekretaris Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Palibelo.
Sementara semasa kuliah di Makassar, kiprah organisasinya kian bersinar ketika ia dipercaya menjadi Sekretaris Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia (IMSI) Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.
Langkah pengabdiannya di dunia pendidikan dimulai dari ruang-ruang kelas sebagai guru di MAN 1 Bima. Dedikasi dan integritas yang ia tunjukkan selama mengajar kemudian mengantarkannya pada amanah yang lebih besar: Memimpin lembaga pendidikan. Awalnya, beliau dipercaya menjadi Kepala MTs Yasin Nata, lalu melanjutkan kepemimpinannya di MIN 6 Bima, dan akhirnya menakhodai MIN 1 Bima.
Setiap penugasan ia jalani dengan penuh tanggung jawab, menjadikan setiap institusi yang dipimpinnya tak sekadar berjalan, tetapi juga tumbuh, berkembang, dan semakin dipercaya masyarakat.
Perjalanan belum berhenti di situ. Selepas dari jabatan Kepala MIN 1 Bima, ia diamanahi sebagai Penyelenggara Zakat dan Wakaf di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima. Pada posisi ini, H. Fahrir tidak hanya hadir sebagai birokrat, tetapi juga menjadi motor penggerak di balik berbagai kegiatan besar yang melibatkan banyak pihak.
Kepiawaiannya dalam memimpin lapangan, ketegasannya dalam mengambil keputusan, serta kemampuannya mengatur strategi menjadikan beliau sebagai sosok yang sangat diandalkan. Tak berlebihan jika gelar “Jenderal Lapangan” disematkan padanya, gelar yang lahir bukan dari pangkat, tetapi dari bukti nyata pengabdian dan kepemimpinan.
Pengabdian panjang itu diakhiri dengan catatan prestasi: beliau dipercaya menjabat sebagai Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima. Tugas itu dijalankan dengan semangat yang tak pernah padam hingga akhirnya, pada 1 Agustus 2025, beliau resmi memasuki masa purna tugas sebagai abdi negara.
"Pengabdian sejati tidak pernah pensiun." Kalimat ini bukan sekadar kutipan, melainkan cermin hidup beliau. Semoga ini bukan menjadi akhir dari pengabdiannya. Kami percaya, H. Fahrir masih akan terus diberi ruang untuk mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi Bima dan umat.
TENTU SAJA NAWACITANYA Membawa Lembaga mulia milik Umat Baznas Kabupaten Bima kedepan, akan sejalan karir dan pengalamanya selama ini dan tidak sulit baginya menjiwai nafas Visi BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) menjadi model pengelola dana umat untuk kemajuan dan kesejahteraan, dengan misi utama memperkuat tata kelola zakat di daerah, meningkatkan kualitas SDM amil, serta memperkuat jaringan kelembagaan. " Demikian paparan Dr.H.Fahrir saat pertemuan Exklusifnya dengan LONDA POST di kediamanya Desa Nata Bima 5 Agustus 2026 Rabu siang tadi. (Jev londa).

Komentar