Kota Bima, Londa Post.- Sungguh gebrakan yang luar biasa dan mendapat apresiasi publik kinerja Dinas Pertanian Kota Bima dibawah kendali Sulistyanto,S.pt bergandengan ide cemerlang dengan Sekretaris Dinas Pertanianya Adzan Sabi,S.P yang baru dilantik awal Januari 2022 beberapa hari lalu.
Pasalnya, diawal tahun 2022 ini, Dinas Pertanian Kota Bima, bersama PT. Bima Bangun Sinergi (PT. BBS) menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU), pada Rabu (12/1/2022) kemarin. MoU dalam rangka bersama-sama membangun industri daging dan pengolahan hasil peternakan yang ada di daerah ini.
Hal ini dilakukan, seiring permintaan akan daging ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) yang terus meningkat dan menopang laju pembangunan sub sektor peternakan di daerah. MoU didatantangani Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Sulistiyanto, SPt, dan Direktur Utama PT BBS, H Fakhruddin, Jamaluddin Ikraman selaku Wakil Direktur Utama dan Irwansyah Al Khariem selaku Direktur Pemasaran.
Sementara dari pihak Dinas Pertanian Kota Bima disaksikan oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kota Bima, Adzan Sabil, S.P dan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Bima, drh. Juwaihar .
Sekretaris Dinas Pertanian Kota Bima, Adzan Sabil, S.P mengatakan ; dengan adanya kerjasama ini, diharapkan penyediaan produk peternakan atau bahan pangan asal hewan yang berkualitas bagi masyarakat/konsumen serta sesuai dengan konsep keamanan pangan Indonesia ASUH mampu dipenuhi.
Dijelaskannya, operasionalisasi Rumah Potong Hewan (RPH) merupakan salah satu upaya untuk pemenuhan kebutuhan pangan asal hewan pada kondisi yang ideal. Juga sistem pengawasan yang baik terhadap aspek kualitatif dan kuantitatif maupun syarat-syarat higienis dengan melaksanakan pengamanan produk/hasil peternakan. Baik sejak pra produksi, proses produksi, pengolahan, penanganan, penyimpanan, pengangkutan, pemasaran hingga sampai pada konsumen.
“Keberadaan RPH Asakota Kota Bima memiliki peranan penting sebagai salah satu mata rantai untuk memperoleh kualitas daging yang baik. Hal tersebut dapat dilakukan antara lain dengan menerapkan animal welfare dalam aktivitas RPH. Animal welfare merupakan suatu usaha kepedulian yang dilakukan oleh manusia untuk memberikan kenyamanan kehidupan terhadap hewan,” ujarnya.
Hal Senada disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Sulistiyanto, SPt menjelaskan, permintaan masyarakat terhadap daging yang sehat khususnya daging sapi sebagai sumber utama protein hewani terus meningkat." Jelasnya
Hal ini lanjut Kadis, grafik menyebab intensitas pemotongan ternak juga meningkat, oleh karena itu keberadaan Rumah Pemotongan Hewan sangat diperlukan, yang dalam pelaksanaannya harus dapat menjaga kualitas, baik dari tingkat kebersihan, kesehatan, ataupun kehalalan daging untuk dikonsumsi. Ungkapnya
Menurut Kadis, Daging adalah salah satu pangan asal hewan yang mengandung zat gizi yang sangat baik untuk kesehatan dan pertumbuhan manusia, serta sangat baik sebagai media pertumbuhan mikroorganisme. Daging (segar) juga mengandung enzim-enzim yang dapat mengurai/memecah beberapa komponen gizi (protein, lemak) yang akhirnya menyebabkan pembusukan daging.
Oleh sebab itu, daging dikategorikan sebagai pangan yang mudah rusak (perishable food). Salah satu tahap yang sangat menentukan kualitas dan keamanan daging dalam mata rantai penyediaan daging adalah tahap di RPH.
Lanjutnya, di RPH ini hewan disembelih dan terjadi perubahan (konversi) dari otot (hewan hidup) ke daging, serta dapat terjadi pencemaran mikroorganisme terhadap daging, terutama pada tahap eviserasi (pengeluaran jeroan).
Penanganan hewan dan daging di Rumah Pemotongan Hewan yang kurang baik dan tidak higienis akan berdampak terhadap kehalalan, mutu dan keamanan daging yang dihasilkan.
“Oleh sebab itu, penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan di Rumah Pemotongan Hewan sangatlah penting, atau dapat dikatakan pula sebagai penerapan sistem produk safety Rumah Pemotongan Hewan.
Aspek yang perlu diperhatikan dalam sistem tersebut adalah higiene, sanitasi, kehalalan, dan kesehatan hewan. Dilihat dari mata rantai penyediaan daging di Indonesia, maka salah satu tahapan terpenting adalah penyembelihan hewan di RPH,” Jelas Sulistyanto. (Jev londa)

Komentar