Lestarikan Budaya Leluhur. Walikota Bima Gelar Do'a Dana

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Lestarikan Budaya Leluhur. Walikota Bima Gelar Do'a Dana

Minggu, 06 November 2022



Kota Bima. Londa Post.- Dalam rangka melestarikan budaya adat tanah Bima. Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE bersama puluhan Kelompok tani dan warga melakukan Doa Dana dalam rangka Musim Tanam Tahun 2022/2023. Kegiatan ini dilaksanakan di So-Tolo Kodo, Kelurahan Kodo Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima pada Minggu 6 Nopember 2022.


Acara ini sudah lama terpateri dalam diri Petani tanah Bima yang melekat dalam simbol kebudayaan tanah bima. Tradisi ini dilakukan menjelang panen padi dan juga mulai musim tanam tiba, hingga saat ini tetap di lestarikan oleh masyarakat Bima.

 

Tradisi ungkapan rasa Syukur masyarakat Petani  kepada Yang Maha Kuasa, di tandai dengan makan bersama yang di gelar di tengah jalan atau di lokasi persawahan. Biasanya makanan yang di sajikan berupa bubur atau disebut oha karedo atau makanan oha santa dengan ayam bakar. Tradisi ini terus dilestarikan oleh para petani, baik yang ada di Kota Bima, juga di Kabupaten bima dalam satu naungan tanah Kerajaan Bima Tempoe Doeloe.


Pantauan Londa Post dilapangan menunjukkan; Pada acara tersebut, Wali Kota Bima hadir didampingi oleh Asisten II, Kadis Pertanian dan Peternakan Kota Bima, Camat dan Lurah, Penyuluh Lapangan Dinas Pertanian, para Kelompok Tani So Tolo Kodo, dan RT RW Kelurahan Kodo, serta sejumlah undangan lainya.


Camat Rasanae Timur H. M. Said, S. Sos dalam laporannya menyampaikan, seluruh anggota kelompok tani, proses perencanaan mulai proses penaburan benih sampai pada musim tanam biasanya diawali dengan do'a dana, sehingga yang direncanakan terkabulkan hari ini. Paparnya.


Dihadapan Walikota, H. M. Said mengungkapkan; di wilayah so Tolo Kodo Kecamatan Rasanae Timur, banyak para kelompok tani yang berharap bendungan yang ada agar diperbaiki atau dibangun kembali, agar kebutuhan air bagi para petani untuk mengairi lahan persawahannya dapat terpenuhi.


Menurut dia, selama ini yang sudah dilakukan yakni pendekatan kepada pemilik tanah, dengan dilalui diskusi sebanyak 4 kali, dengan harapan kebutuhan air bagi para petani dapat terpenuhi. Upaya-upaya pendekatan sudah dilakukan oleh pihaknya, namun pemilik tanah tidak merespon dengan baik apa yang telah diharapkan bersama. Ungkapnya.


Sementara itu, Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE dalam arahan singkatnya menyampaikan, mudah-mudahan hasil pertanian diberikan hasil melimpah, tidak ada wabah penyakit apapun.


" Dengan adanya keinginan para kelompok tani untuk memperbaiki seluruh bendungan yang ada, bagaimana urusan tanah ini bisa diselesaikan, dimusyawarahkan. Dengan harapan agar menanam ini semata - mata untuk kemaslahatan, untuk meningkatkan taraf ekonomi bagi warga Kodo." Papar Walikota.


Wali Kota Bima mengingatkan kepada para petani agar mampu memanfaatkan lahan dengan sebaik-baiknya, baik lahan tanah sawah maupun lahan perkebunan. "  Saya juga mengingatkan agar kelak nanti jika hasil pertaniannya melimpah, agar melaksanakan kewajibanya menurut syariat yaitu mengeluarkan zakat fitrahnya." Tutup Walikota. (jev londa).