Kota Bima. Londa Post.Coom.- Saat ini usia SLB Kartikasari Kota Bima memasuki Usia ke-14 Tahun, komitmen kuat Kepala SLB Kartikasari akan menuju Kemandirian Peserta Didik.
Demikian disampaikan kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Kartikasari H.A.Haris,Spd kepada Media Londa Post saat pertemuan Exlusifnya dengan Pimred Londa Post di lembaganya Kelurahan Rontu Kota Bima 24 Pebruari 2026 Selasa Siang tadi.
Diusia Lembaga Pendidikannya yang tergolong mapan ini, SLB Kartikasari Kota Bima dengan jumlah 68 siswa dan 11 tenaga pendidik, terus berupaya melakukan transformasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran di tingkat internal bahkan mulai melebarkan sayap ke berbagai macam kegiatan di luar sekolah.
H.A.Haris menjelaskan, saat ini puluhan siswanya tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, " Kami pihak sekolah terutama para guru memiliki kewajiban memberikan dukungan dan pembelajaran yang sesuai dengan potensi anak-anak, dengan sistem pembelajaran yang disiapkan untuk menunjang tumbuh dan berkembangnya anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) tersebut. " Ucap Haris.
Menurut dia, sudah saatnya ia menargetkan kemandirian siswanya. " Targetnya kami akan mencoba untuk menggembangkan kiprah di luar sekolah, namun karena keterbatasan sarana prasarana kami belum bisa berpartisipasi. Akan tetapi, di usia yang sekarang kami akan terus berupaya untuk menyiapkan sarana dan prasarana juga memaksimalkan pendampingan dari guru pendidik yang ada disini,” ujarnya.
Dijelaskan, bahwa sejumlah prestasi juga sempat diraih dan ditorehkan oleh peserta didiknya, ia berharap kedepan akan ada lebih banyak lagi prestasi yang dicetak dari SLB Kartikasari.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa SLB Kartikasari berusaha memberikan keterampilan hidup kepada ABK sebagai bekal untuk mandiri di masa depan, dimana dititikberatkan pada keterampilan vokasional, yang berfokus pada pembekalan keterampilan agar dapat hidup mandiri di tengah masyarakat.
Sebagai Tenaga Pendidik ASN Profesional di daerah ini, ia sangat memahami marwah dan visi misi Lembaga Pendidikan SLB dalam meningkatkan semangat belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui revitalisasi fasilitas, penggunaan media pembelajaran menarik, dan pendekatan individual.
"Transformasi sarana prasarana yang kondusif, pembelajaran luar kelas, serta pelatihan keterampilan hidup (vokasional) membantu menciptakan suasana belajar menyenangkan, meningkatkan motivasi, dan mendorong kemandirian siswa adalah faktor utama yang mendorong kemajuan Lembaga SLB." Jelas Haris.
Ditanya ada endusan media terkait dugaan penyalahgunaan dana Bos dan Lpj Fiktif di Lembaganya, ia tidak terlalu menanggapinya." Itu hanya terkaan pihak atau oknum tanpa alasan mendasar, saya dan para guru secara profesional mengelola keuangan sekolah, sudah ada rambu juklak dan juknisnya dan dibawah pengawasan ketat Tim pengawas propinsi NTB."H.A.Haris. (Jev londa).

Komentar